Dorong UMKM Go International, BPC ASPEHI SOLO Raya Buka Lahan Display Produk di Bandara Adi Sumarmo

Solo, 14 November 2025 – Badan Pengurus Cabang (BPC) Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (ASPEHI) Solo Raya menjalin kerja sama strategis dengan Bandara Internasional Adi Sumarmo Solo. Kerja sama ini bertujuan untuk menyediakan lahan display produk bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) anggota ASPEHI di area strategis bandara, yang diharapkan dapat mendongkrak omset serta memperluas pasar, baik lokal maupun internasional.

Kolaborasi Pemanfaatan Lahan Seluas 54 M2

Ketua BPC ASPEHI SOLO, Amin Suhudi Sutiman, didampingi oleh Sekretaris BPC ASPEHI SOLO, Sri Margo Waluyo, Bendahara Arganinggar Satria dan Pengurus Bidang SDM, Dheny Prajoko, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan display di Bandara Adi Sumarmo.

“Kami sangat menyambut baik kesempatan kerja sama ini. Total lahan yang disediakan mencapai 54 meter persegi,” ujar Amin Suhudi Sutiman usai peninjauan. “Lahan ini rencananya akan diisi oleh 10 hingga 15 peserta dari anggota BPC ASPEHI SOLO yang bergerak di bidang batik, fashion, dan kerajinan tangan.”

Area display di bandara merupakan lokasi premium yang memiliki potensi besar untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Solo Raya kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang melintas.

Harapan Peningkatan Omset UMKM

Kerja sama ini menjadi langkah konkret BPC ASPEHI SOLO dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Dengan hadirnya produk-produk UMKM berkualitas di bandara, diharapkan terjadi beberapa dampak positif:

  • Peningkatan Omset: Mendekatkan produk UMKM langsung kepada konsumen, terutama para penumpang pesawat yang memiliki daya beli dan membutuhkan suvenir atau oleh-oleh khas.
  • Perluasan Pasar: Bandara berfungsi sebagai gerbang masuk dan keluar Solo, memberikan peluang bagi produk untuk dilihat oleh pasar internasional.
  • Promosi Budaya: Memperkenalkan kekayaan budaya lokal, khususnya batik dan kerajinan Solo, kepada khalayak yang lebih luas.

“Kami berharap melalui kerja sama ini, omset para pelaku UMKM anggota kami dapat meningkat signifikan. Ini adalah upaya kami dalam membuka akses pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pasar internasional,” tambah Sri Margo Waluyo.

Pelaksanaan Mulai Desember

Rencana kerja sama ini ditargetkan akan mulai berjalan pada bulan Desember mendatang. Saat ini, BPC ASPEHI SOLO tengah mempersiapkan kurasi produk dan penataan layout agar display dapat tampil maksimal dan menarik minat pengunjung bandara.

“Kami sedang mematangkan persiapan agar pada bulan Desember nanti, display produk sudah bisa diakses oleh penumpang. Kami fokus pada kualitas dan tampilan produk yang representatif,” jelas Dheny Prajoko.

Kolaborasi antara BPC ASPEHI SOLO dan Bandara Adi Sumarmo ini menjadi contoh sinergi positif antara organisasi pengusaha kerajinan dengan fasilitas publik, yang pada akhirnya akan memperkuat ekosistem UMKM dan mempromosikan citra Solo sebagai pusat kerajinan dan batik di Indonesia.

Berita Lainya

Menyalurkan aspirasi pengusaha dan perajin di bidang kerajinan untuk lebih mendorong jiwa kewiraswastaan hingga menjadikan para perajin dan produsen sebagai pengusaha profesional dan sekaligus mendukung usaha pemerintah untuk menyukseskan program Pembangunan Ekonomi Nasional.